BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG MASALAH
Disadari
atau tidak, ada banyak perubahan pesat yang terjadi di sekitar kita akhir-akhir
ini. Dalam dunia anak misalnya. Pada tahun 90 an, banyak anak yang menghabiskan
waktunya untuk bermain bersama dengan teman-temannya bersama di sore hari. Namun
seiring dengan berjalannya waktu, pada era millennia, banyak anak yang lebih
suka berdiam diri saja di rumah dan bermain menggunakan gadget mereka.
Permainan menggunakan gadget terasa lebih menarik dan menyenangkan daripada
menghabiskan waktu bermain dan berinteraksi dengan sesama. Sehingga interaksi
yang diperoleh oleh anak bukan lagi menjadi dua arah namun menjadi satu arah
saja.
Bukan
hanya melanda anak-anak. Jika kita berjalan ke pusat perbelanjaan atau
restaurant, kita akan banyak melihat orang yang menunduk dan asik dengan gadget
mereka. Tak hanya itu saja, jika ditinjau lebih jauh, sudah banyak toko yang
gulung tikar dan beralih memanfaatkan teknologi, berjualan online. Rupanya
kemajuan teknologi telah membawa pengaruh pada pola kehidupan manusia zaman
sekarang.
Jika
kita masuk ke dalam ranah yang lebih spesifik, salah satunya dunia pendidikan,
kita akan menemukan gejala yang sama. Pada tahun 90 an, dalam dunia pendidikan
khususnya sekolah, guru menjadi pusat dan sumber informasi bagi para siswa.
Oleh sebab itu, peranan guru pada saat itu sangat penting dan fatal jika salah
dalam menyampaikan informasi. Keterbatasan sarana dan prasarana seperti
minimnya buku, sulitnya mengakses internet, terbatasnya alat-alat lab, minimnya
komputer atau alat-alat penunjang belajar lainnya, juga menjadi faktor-faktor pendukung
yang mempengaruhi mengapa guru menjadi pusat dalam pembelajaran. Namun seiring
dengan perkembangan zaman, siswa dapat mengakses banyak data dan informasi yang
dapat diperoleh dari internet dengan cara yang sangat mudah. Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat terjadi sehingga segala informasi saat
ini dapat diperoleh dari belahan dunia mana saja hanya dalam hitungan per
detik.
Jika
pada zaman dahulu proses transfer ilmu hanya dapat dilakukan di sekolah, kini
proses itu dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Lebih dari jutaan orang di
seluruh dunia yang mengakses internet pada setiap detiknya. Internet menjadi
hal yang sangat menarik bagi orang-orang zaman sekarang. Oleh karena itu
pengintegrasian antara teknologi dan kehidupan manusia sangat diperlukan,
termasuk dalam bidang pendidikan.
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) teknologi adalah sarana yang digunakan
untuk menyediakan-barang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup
manusia. Barang-barang yang dimaksud dalam defenisi ini bukan berarti barang
fisik yang nyata. Namun dapat berupa hal-hal berupa informasi, berita,
pengetahuan, ilmu, dan lain sebagainya yang juga menunjang kelangsungan hidup
dan memenuhi kebutuhan manusia.
Teknologi
dalam dunia pendidikan dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan sekolah,
termasuk dalam proses pembelajaran di kelas. Sistem pendidikan di era milenia
ini, bukan hanya menjadi tantangan bagi siswa saja, tetapi juga kepada guru
yang mengajar. Siswa menjadi sangat tertarik pada hal yang berbau dengan
teknologi sehingga sebagai guru yang lahir, tumbuh, dan berkembang tidak di
zaman milenia, sedikit banyak diminta untuk menyesuaikan kemampuan dan
kapasitas mereka dengan kemajuan zaman. Termasuk dalam menggunakan teknologi
dalam pembelajaran.
B. PERUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan
latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, rumusan masalah yang
akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1. Bagaimana penerapan teknologi
dalam pembelajaran?
2. Apa tujuan penerapan
teknologi dalam pembelajaran?
3.
Kendala-kendala yang dihadapi dalam menerapkan TIK (Teknologi Informasi dan Komputer) dalam
pembelajaran?
C. TUJUAN PENULISAN
MAKALAH
Tujuan dari
penulisan makalah ini adalah:
1.
Mengetahui bagaimana penerapan teknologi dalam
pembelajaran di kelas.
2.
Mengetahui tujuan penerapan teknologi dalam
pembelajaran di kelas.
3.
Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam
menerapkan TIK dalam pembelajaran.
D. MANFAAT PENULISAN
MAKALAH
Manfaat
makalah ini adalah sebagai salah satu prasyarat mengikuti ulangan akhir
semester. Sekain itu menjadi sumber informasi mengenai penerapan TIK dalam
pembelajaran bagi guru-guru yang mengajar di kelas. Selain itu bagi mahasiswa
yang tertarik untuk mendalami ilmu lebih dalam lagi mengenai TIK, makalah ini
dapat menjadi salah satu sumber informasi. Bagi pem
BAB
II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Information
and Communication Technologies (ICT) dalam Bahasa Indonesia lebih dikenal
dengan nama Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). TIK adalah sebuah hasil
perkembangan teknologi yang digunakan untuk mengelola data, termasuk memproses,
mendapatkan, menyusun, menyimpan, maupun memanipulasi data untuk menghasilkan
sebuah informasi yang berkualitas, relevan, akurat, dan tepat guna yang dapat
digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari. Proses pengelolaan data ini biasanya
menggunakan perangkat teknologi berupa komputer, smart phone, tablet dll yang
dapat saling dikoneksikan satu sama lain melalui jaringan internet.
Pada
umumnya pengembangan teknologi ini masih lebih dikenal dengan menggunakan
perangkat berupa komputer, terutama di sekolah maupun di kantor. Kegunaannya
sangat beragam dan sangat membantu manusia dalam melakukan tugas dan tanggung
jawabnya. Dengan menggunakan teknologi, segala informasi kini dapat diakses
dengan mudah, baik mengenai pekerjaan, hobi, rekreasi, maupun pendidikan.
Kemajuan teknologi menjadikan manusia dapat memperoleh informasi dengan sangat
singkat hanya dalam hitungan detik. Segalanya kini terasa lebih mudah.
Dengan
pemanfaatan teknologi, sarana berkomunikasi sudah menjadi sangat mudah.
Perkembangan teknologi ini memicu sebuah cara dan kebudayaan baru dalam hidup.
Banyak hal yang kini dapat diakses secara digital, bahkan uang kini sudah ada yang
berbentuk digital. Kini orang sudah tidak perlu membawa uang dalam bentuk
tunai, hanya perlu membawa sebuah kartu untuk bertransaksi. Jarak kini sudah
bukan lagi menjadi masalah setelah menjamurnya aplikasi video call.
Mengetahui
besarnya dampak yang dapat ditularkan oleh teknologi dalam memperoleh informasi
dan berkomunikasi, ada baiknya mengambil sisi positif dari kemajuan teknologi
tersebut dan menerapkannya dalam dunia pendidikan. Diharapkan dengan
pemanfaatan teknologi, pendidikan bukan lagi menjadi hal yang membosankan,
namun dapat menarik minat bahkan meningkatkan prestasi siswa dalam belajar.
TUJUAN PENERAPAN
TIK DALAM PEMBELAJARAN
Teknologi Informasi dan Komunikasi berperan sangat besar dalam kehidupan
manusia. Pengimplementasiannya juga dapat dilakukan ke dalam seluruh aspek
kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Ada beberapa tujuan penerapan TIK dalam
pembelajaran, diantaranya:
·
Menambah Informasi
Jika
pada zaman dahulu informasi hanya dapat diperoleh melalui media cetak, kini
kita dapat memperoleh lebih banyak informasi dan pengetahuan dengan menggunakan
teknologi. Informasi tersebut dapat dengan mudah kita akses kapan saja dan
dimana saja melalui gadget yang kita miliki. Sehinnga tak jarang, sekarang
banyak orang lebih tertarik menggunakan gadget dalam memperoleh informasi
karena dianggap lebih simple dan dapat dibawa kemana-mana.
·
Meningkatkan Kemampuan Belajar
Informasi
yang dapat kita akses melalui internet sangat up to date. Informasi yang
berasal dari belahan dunia yang lain dapat kita peroleh dengan cepat hanya
dalam hitungan detik. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan dan menumbuhkan rasa
keingintahuan para siswa.
·
Memudahkan Akses Belajar
Jika
pada zaman dahulu proses belajar mengajar hanya dapat dilakukan di dalam kelas,
seiring dengan perkebangan zaman, kini proses belajr mengajar dapat dilakukan
dimana saja. Akses belajar dapat dilakukan 1 x 24 jam antara guru dan siswa.
Guru dan siswa dapat memanfaatkan internet dalam menyapaikan materi dan
memberikan tugas sehingga siswa dapat mengaksesnya langsung dimana saja.
·
Menjadikan Materi Lebih Menarik
Pola
pikir yang dimiliki oleh siswa pada zaman dahulu dan sekarang sudah sangat
berbeda. Sehingga proses pembelajaran yang diadakan di kelas juga harus
menyesuaikan dengan siswa. Saat ini siswa sudah mulai tertarik dengan hak-hal
yang tampak kasat mata. Mereka lebih senang dengan sesuatu yang bersifat
digital dan memanfaatkan teknologi. Mengetahui fakta tersebut, guru dapat
memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyiapkan materi yang lebih menarik.
Menarik dengan menggunakan gambar atau video bergerak, menggunakan suara, atau
menggunakan gambar pendukung. Tujuannya hanya satu yaitu untuk menyampaikan
informasi kepada siswa.
·
Meningkatkan Mutu Pembelajaran
Peningkatan
mutu dalam pembelajaran dapat dilihat melalui banyak aspek. Selain melalui ilmu
pengetahuan yang diberikan, SDM, termasuk saran dan prasarana yang ada. Dalam
hal ini, perkembangan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi dapat membantu
meningkatkan mutu pembelajaran melalui segala aspek. Selain mempermudah siswa
dalam menggali informasi mengenai kebutuhan kognitif mereka, teknologi juga
mampu membantu guru dalam mengembangkan kemampuan mereka.
·
Meningkatkan Profesionalisme Guru
Profesionalisme
yang dimaksud adalah dalam hal menggali informasi yang ingin disampaikan,
menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan multimedia, memanfaatkan
perkembangan teknologi dalam mengembangkan bahan ajar, maupun membantu guru
dalam mempersiapkan adminstrasi sekolah yang dibutuhkan guru.
· Meningkatkan Efektifitas dan Efisiensi Manajemen,
Tata Kelola Kelas, dan Administrasi Pembelajaran
Seiring
dengan berkembangnya waktu, perubahan pun terjadi. Pendidikan dulunya hanya
berpusat pada buku yang digunakan oleh siswa. Hal tersebut membutuhkan waktu
jika guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas yag ada pada buku karena
mengharuskan siswa untuk menulis. Selain itu untuk infomasi tambahan yang tidak
ada di buku, guru perlu untuk menuliskannya di papan tulis dan membutuhkan
waktu bagi siswa untuk menuliskan hak tersebut pada buku mereka. Namun saat
ini, system manajemen kelas dapat menjadi lebih efisien. Banyak tugas yang
dapat diberikan kepada siswa secara digital dan siswa hanya dengan satu klik
dapat memberikan jawaban mereka. Untuk informasi tugas tambaha, guru dapat
memberikan link website kepada siswa sehingga dapat diakses masing-masing sehingga
tidak membutuhkan waktu bagi siswa untuk menulis.
PENERAPAN TIK DALAM PEMBELAJARAN
Keberadaan
teknologi harus dimaknai sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas dan
efisiensi pendidikan. Terdapat tiga prinsip dasar dalam teknologi pendidikan sebagai
acuan dalam pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu :
1. Pendekatan
System
Prinsip
pendekatan sistem berarti bahwa penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran
perlu dirancang dengan menggunakan pendekatan sistem. Dalam merancang
pembelajaran diperlukan langkah-langkah meliputi: identifikasi masalah,
analisis keadaan, identifikasi tujuan, pengelolaan pembelajaran, penetapan
metode, penetapan media evaluasi pembelajaran.
2. Berorientasi
pada siswa
Prinsip
berorientasi pada siswa berarti bahwa dalam pembelajaran hendaknya memusatkan
perhatiannya pada peserta didik dengan memperhatikan karakteristik, minat,
potensi dari siswa.
3. Pemanfaatan
sumber belajar
Sumber
belajar berarti dalam pembelajaran, siswa hendaknya dapat memanfaatkan sumber
belajar untuk mengakses pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkannya. Satu
hal yang perlu disadari bahwa teknologi pendidikan menekankan pada aspek
belajar siswa. Keberhasilan pembelajaran yang dilakukan dalam satu kegiatan
pendidikan adalah bagaimana mahasiswa dapat belajar, dengan cara
mengidentifikasi, mengembangkan, mengorganisasi, serta menggunakan segala macam
sumber belajar. Dengan demikian upaya pemecahan masalah dalam pendekatan
teknologi pendidikan adalah dengan mendayagunakan sumber belajar.
Dengan memahami pengembangan dan
pemanfaatan teknologi diharapkan pihak-pihak yang terkait dalam dunia
pendidikan memahami hubungan antara pendidikan dan teknologi. Pihak-pihak
terkait yang dimaksud adalah siswa, guru, kepala sekolah, maupun pemerintah
yang bergerak dalam bidang pendidikan.
Penerapan TIK dalam pembelajaran
sebenarnya dalat diimplementasikan ke dalam berbagai pihak yang terkait. Dalam
hal ini penerapan yang akan dibahas lebih lanjut adalalah terhadap siswa dan
guru.
ü
Siswa
Siswa
adalah individu yang paling peka terhadap perkembangan yang ada di sekitar
mereka. Terutama perkembangan teknologi dan informasi yang berkembang dengan
sangat pesat akhir-akhir ini telah mengantarkan siswa menjadi generasi milenia
yang sangat up to date dan aktif bukan hanya dalam dunia nyata tetapi dunia
maya. Teknologi menjadi hal yang sangat menarik bagi mereka.
Bagi
siswa penerapan yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan Teknologi, Informasi, dan
Komunikasi dalam mencari dan mengumpulkan informsai yang mereka butuhkan dalam
belajar. Teknologi juga dapat menyesuaikan setiap siswa dengan gaya belajar
mereka masing-masing. Siwa yang senang dengan gaya belajar visual dapat melihat
gambar atau tulisan yang ada di internet. Sedangakan siswa yang lebih senang
dengan gaya belajar audio, dapat memanfaatkan software merekam yang ada. Atau
bagi siswa yang senang dengan gaya belajar audio visual dapat melihat video
yang ada di internet.
ü
Guru
Guru
sebagai ujung tombak pendidikan adalah pihak yang paling diuntungkan dengan
adanya perkembangan teknologi yang sedang berkembang saat ini. Guru dapat
memanfaatkan perkembangan TIK ini bukan hanya dalam menyelesaikan administrasi
sekolah, namun juga dapat memanfaatkannya dalam proses pembelajaran di kelas.
Bagi
guru yang kesulitan mendapat informasi dari buku atau media cetak lainnya, kini
guru dapat mencari dan bertukar informasi dengan menggunakan perkembangan
teknologi dimana saja tanpa mengenal batas ruang dan waktu dengan menggunakan
internet yang terkoneksi dengan seluruh manusia yang ada di dunia.
Pemanfaatan
lainnya adalah menggunakan teknologi sebagai sarana dalam menyampaikan infomasi
di kelas menggunakan multimedia. Jika guru hanya mengajar menggunakan buku,
membaca atau menulis, makan proses pembelajaran yang terjadi akan sangat
membosankan dan tidak akan ada ilmu yang dipeoleh oleh siswa. Dengan
memanfaatkan multimedia dalam proses belajar mengajar, akan menjadikan proses
belajar mengajar menjadi lebih menarik dan berkesan bagi siswa. Multi media
yang dapat digunakan pun beragam sesuai dengan kapasitas guru dan kebutuhan
siswa.
Namun
pada dasarnya pemanfaatan multimedia ini sangat bergantung pada kesesediaan
guru untuk belajar. Belajar menggunakan teknologi, dan tidak malu untuk
bertanya jika ada hal yang memang tidak mengerti.
Menurut Rosenberg (2001),
seiring dengan berkembangnya TIK dalam dunia pendidikan, ada lima pergeseran
dalam proses pembelajaran yaitu:
(1)
Dari pelatihan ke penampilan,
Untuk
memperoleh informasi atau pengetahuan, pada zaman dahulu akan diadakan
pelatihan yang mengharuskan proses tatap muka berlangsung. Tujuan dari
pelatihan ini adalah untuk menjalin komunikasi dan menambah pengetahuan, sama
sistemmnya dengan proses belajar mengajar yang mengharuskan siswa dating ke
sekolah dan proses pembelajaran dilakukan di kelas. Namun seiring dengan
kemajuan teknologi, kini pertemuan tatap muka dapat diminimalisir dengan
menggunakan system e-learning. Guru dapat memberikan materi tanpa harus
bertatap muka dengan siswa hanya dengam memanfaatkan teknologi. Tampilan proses
transfer pendidikan atau informasi kini menjadi lebih sederhana.
(2)
Dari ruang kelas ke, di mana dan kapan saja,
Saat ini sekolah masih menjadi salah
satu pilihan dalam memperoleh pengetahuan. Sekolah dengan bangunan yang berdiri
dengan kokoh dan selalu ada jam tatap muka dengan guru, masih menjadi
satu-satunya pilihan terbaik yang dimiliki saat ini. Namun seiring dengan
perkembangan teknologi, kini pola pikir tersenut sudah mulai bergeser, dan
bukan tidak mungkin jika suatu saat nanti sekolah tidak akan ditemukan kembali.
Pasalnya seiring dengan perkembangan teknologi, kini informasi maupun
pengetahuan sudah dapat diakses dengan mudah dimana saja dan kapan saja melalui
jaringan internet. Siswa kini dapat mengakses video belajar online. Proses
transfer ilmu pengetahuan dan budaya tidak hanya dapat dilakukan di kelas saja
tapi dimana saja dan kapan saja.
(3)
dari kertas ke “on line” atau saluran,
Semua orang mengenal buku. Buku adalah
jendela dunia, namun kini kenyataannya sudah banyak buku yang terbit dan ada
dalam bentuk softcopy yang bias diakses menggunakan gadget. Selain itu seiring
dengan perkembangan zaman, kertas perlahan mulai ditinggalkan, selain dianggap
old fashinoned, kertas juga menjadi kurang efektif dan efisien saat ini. Ketika
guru sedang ingin melihat hasil karya siswanya, guru dapat melihatnya dari
gadget yang dia gunakan kapan saja dan dimana saja tanpa harus membawa setumpuk
kertas. Bukan hanya guru, tetapi siswa juga diuntungkan karena tidak harus
mengumpulkan tugas saat itu juga dan punya banyak waktu mengerjakannya. Selain
itu secara tidak langsung, kemajuan teknologi dalam hal ini juga sangat
membantu dalam program hijau untuk mengurangi penebangan pohon sebagai bahan
baku pembuatan kertas.
(4)
dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan
kerja,
Fasilitas fisik misalnya adalah siswa
diminta untuk menggambar sebuah bangunan menggunakan beberapa bangun ruang,
maka siswa akan diberikan beberapa bangun ruang dan mulai membangunnya sendiri,
namun dengan teknologi siswa dapat melakukannya hanya dengan mencari aplikasi
di internet yang ada bangu ruang dan mulai meningkatkan kreatifitas mereka
tanpa harus melakukan kontak fisik.
(5)
dari waktu siklus ke waktu nyata.
Dalam proses yang memakan waktu tiga
sampai enam bulan untuk mempelajari sebuah topik, kini topik tersebut semakin
diringkas dan diberikan kepada siswa dengan memafaatkan teknologi sehingga
tidak membutuhkan waktu yang lama.
Dari
kelima proses pergeseran pembelajaran yang dikemukakan oleh Rosenberg mengenai
penerapan TIK dalam pembelajaran, bukan hanya siswa, guru juga pasti
membutuhkan banyak penyesuaian dengan proses dan perubahan yang ada. Oleh sebab
itu peranan guru sangat dibutuhkan dalam mendampingi siswa. Semua hal itu tidak
akan terjadi dengan sendirinya karena setiap siswa memiliki kondisi yang
berbeda antara satu dengan lainnya. Siswa memerlukan bimbingan baik dari guru
maupun dari orang tuanya dalam melakukan proses pembelajaran dengan dukungan
TIK. Dalam kaitan ini guru memegang peran yang amat penting dan harus menguasai
seluk beluk TIK dan yang lebih penting lagi adalah kemampuan memfasilitasi
pembelajaran anak secara efektif.
KENDALA-KENDALA
YANG DIHADAPI DALAM PENERAPAN TIK
Pada
penerapannya, penerapan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam bidang
pendidikan di Indonesia masih berada pada tahap menengah dan belum maksimal.
Kendala-kendala penerapan TIK dalam bidang pendidikan biasanya disebabkan oleh
belum meratanya prasara dan sarana yang ada di setiap sekolah maupun kesiapan
sumber daya manusia yang belom mumpuni.
Belum
meratanya sarana dan prasarana yang ada di sekolah merupakan permasalahan yang
harus segera diselesaikan oleh pihak yang berwenang, baik oleh yayasan, kepala
sekolah, maupun guru yang bertugas, karena tanpa adanya sarana dan prasarana
yang mendukung, maka penerapan TIK dalam sistem pembelajaran hanya merupakan
angan belaka. Apalagi bagi daerah-daerah yang ada di daerah terluar Indonesia,
teknologi menjadi hal yang sangat ekslusif dan sulit diakses oleh masyarakat.
Kendala
lainnya yang perlu diperhatikan adalah ketidaksiapan sumber daya manusia untuk
memanfaatkatkan teknologi yang sudah ada. Ketidaksiapan ini disebabkan karena
banyaknya guru yang sudah merasa puas dengan kemampuan yang dimilikinya dan
enggan untuk mengupgrade diri menjadi yang lebih baik.
Kebutuhan
akan inforasi dan teknologi serta kendala-kendala yang dihadapi di lapangan
membukakan kondisi pendidikan Indonesia saat ini. Pemanfaatan TIK dan
kepedulian dari pemerintah sangat dibutuhkan
untuk memenuhi kebutuhan informasi siswa saat ini. Melaui penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kendala pengintegrasian
TIK dalam pembelajaran dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok besar.
·
Secara fisik
Secara
fisik, kendala yang dihadapi lebih kepada hal-hal yang Nampak fisik berupa
sarana dan prasarana. Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka dibutuhkan
sarana dan prasarana yang mendukung. Selain itu dibutuhkan juga pemerataan
teknologi yang ada di kota dan di desa.
·
Secara Non fisik
Secara
non fisik, kendala yang dihadapi berupa sumber daya manusia yang tidak
kelihatan oleh mata. Kendala sumber daya manusia yang dihadapi berupa:
ü
Kepercayaan diri guru yang kurang dalam
menggunakan TIK selama proses pembelajarann.
ü
Kurangnya kompetensi dan kapasitas guru dalam
mengintegrasikan TIK ke dalam praktek pembelajaran.
ü
Sikap guru tidak mamu membuka diri untuk melajar
dam memperbesar kapasitas diri
BAB
III
KESIMPULAN
Tidak
ada yang abadi di dunia ini. Segala sesuatu berkembang termasuk teknologi.
Teknologi telah menolong seluruh umat manusia dalam mencari informasi dan
berkomunikasi. Mengetahui pentingnya Teknolog, Informasi, dan Komunikasi (TIK)
sehingga TIK menjadi hal mendasar yang perlu diketahui oleh semua orang
sehingga diimplementasikan ke dalam dunia Pendidikan.
TIK
merupakan salah satu hasil perkembangan teknologi yang digunakan untuk
mengelola data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, maupun
memanipulasi data untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Melalui
pemanfaatan TIk, kini mencari maupun bertukar informasi dapat dilakukan dengan
mudah dan dimana saja tanpa mengenal batas ruang dan waktu.
Ada beberapa tujuan penerapan TIK
dalam pmbelajaran, yaitu:
ü Menambah
informasi
ü Meningkatkan
kemampuan belajar
ü Memudahkan
akses belajar
ü Menjadikan
materi lebih menarik
ü Meningkatkan
mutu Pendidikan
ü Meningkatkan
profesinalisme guru
ü Meningkatkan
efektifitas dan efisiensi manajemen, tata kelola kelas, dan administrasi
pembelajaran
Teknologi,
Informasi, dan Komunikasi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran oleh siswa
mapuun guru.
Menurut
Rosenberg, adal lima pergeseran yang adakan terjadi seiring dengan
berkembangnya TIK dalam proses pembelajaran:
ü Dari
pelatihan ke penampilan
ü Dari
ruang kelas ke, dimana dan kapan saja
ü Dari
kertas ke on line atau saluran
ü Dari
fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja
ü Dari
waktu siklus ke waktu nyata
Kendala yang
dihadapi dalam penerapan TIK dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok besar,
yaitu:
ü Secara
fisik à
Sarana dan prasarana
ü Secara
non fisik à
sumber daya manusia
Komentar
Posting Komentar