Langsung ke konten utama

Penerapan TIK Dalam Pendidikan Jarak Jauh

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam masyarakat berbasis pengetahuan, peranan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat dominan. Masyarakat Indonesia yang indeks teknologinya masih rendah belum secara optimal memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sebagai penggerak utama perubahan masyarakat. Pendidikan memfasilitasi peningkatan indeks teknologi tersebut. Oleh karena itu, peranan teknologi, informasi, dan komunikasi untuk pendidikan (TIK) menjadi sangat penting.
Dalam era informasi dewasa ini, TIK telah menjadi faktor sekaligus indikator penentu kemajuan peradaban suatu bangsa. Hampir tidak ada dimensi peradaban kehidupan manusia dewasa ini yang tidak ditopang oleh TIK. Bahkan, daya saing suatu bangsa ditentukan oleh seberapa besar kemampuan dalam menguasai dan memanfaatkan TIK untuk berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Pendidikan dalam hal ini mengacu kepada sistem pendidikan berbasis TIK. Sistem pendidikan berbasis TIK atau yang dikenal juga sebagai sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu sistem pendidikan di mana proses pembelajaran berlangsung dengan memanfaatkan TIK. Dalam sistem ini, interaksi antara pengajar dan peserta didik tidak harus saling bertatap muka secara fisik seperti halnya dalam sistem pendidikan konvensional. Interaksi antara pengajar dan peserta didik terjadi dalam ruang teknologi informasi (internet) dengan memanfaatkan suatu media yang disebut komputer. Sehingga secara sekilas saja dapat kita ketahui bahwa TIK ini memegang peranan yang sangat vital dalam realisasi sistem pendidikan jarak jauh.

Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
Bagaimana penerapan TIK dalam pendidikan jarak jauh?
Apa saja media TIK yang dibutuhkan dalam pengembangan dan penyelenggaraan pendidikan jarak jauh?
Apa saja manfaat penerapan TIK dalam pendidikan jarak jauh?

Tujuan Penulisan Makalah
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
Mengetahui tentang penerapan TIK dalam pendidikan jarak jauh.
Mengetahui tentang media-media TIK yang dibutuhkan dalam pengembangan dan penyelenggaraan pendidikan jarak jauh?
Mengetahui tentang manfaat penerapan TIK dalam pendidikan jarak jauh.

Manfaat Penulisan Makalah
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu prasyarat untuk mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Selain itu makalah ini juga dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi pembaca yang masih awam dengan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) umumnya dan pendidikan jarak jauh khususnya, sehingga dapat mengetahui bahwa kedua hal tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat.


BAB II
PEMBAHASAN

Penerapan TIK dalam Pendidikan Jarak Jauh
Peran penting TIK dalam semua aspek kehidupan telah menjadi perhatian pemerintah sejak era reformasi dengan dibentuknya satuan khusus yang bertugas merencanakan dan melaksanakan penerapan TIK di Indonesia. Puncaknya terjadi pada tahun 2006 dengan dibentuknya Dewan TIK Nasional (DeTIKNas) melalui Keputusan Presiden No.26 tahun 2006. Salah satu program unggulan dari program kerja DeTIKNas adalah penerapan TIK untuk pendidikan (e-pendidikan) yang pelaksanaannya berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional.
Sejak tahun 2006 Kementerian Pendidikan Nasional telah berkomitmen untuk menerapkan TIK secara besar-besaran, baik untuk e-pembelajaran maupun e-administrasi. Aplikasi TIK massal tersebut ditandai dengan diinstalasikannya dan dioperasikannya Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) pada tahun 2006, suatu jejaring TIK yang mmpu menghubungkan semua satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan dan semua kantor pemerintah bidang pendidikan  baik di pusat maupun di daerah. Jejaring pendidikan Nasional (Jardiknas) ini memiliki alamat web http://jardiknas.depdiknas.go.id  dan diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 12 Maret 2007.
Indikator riil dari perkembangan pemanfaatan TIK untuk pendidikan adalah pembmbangunan Jardiknas atau Indonesian Educational ICT Network. Jardiknas adalah jaringan tertutup (intranet) yang menghubungkan antara komponen-komponen pendidikan di seluruh Indonesia yang terdiri dari zona kantor, zona perguruan tinggi, zona sekolah (schoolnet), dan zona perseorangan. Dengan kata lain, Jardiknas adalah sistem intranet berskala nasional yang menghubungkan satuan pendidikan di seluruh tanah air. Oleh karena itu, Jardiknas merupakan Virtual Private Network (VPN) yang menghubungkan semua kantor unit utama di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional, kantor dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/ kota, serta perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Selain sebagai pelayanan informasi yang terpadu dan efisien pada dunia pendidikan, Jardiknas juga merupakan media promosi dan publikasi pendidikan yang andal, baik di tingkat lokal maupun internasional. Bahkan Jardiknas menyediakan konten pembelajaran (sumber belajar) berbasis TIK yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh. Untuk mengisi Jardiknas, aneka bentuk dan jenis konten pembelajaran juga telah dikembangkan, di antaranya Televisi Edukasi (TelevisiE), radio edukasi, e-dukasi.net, Buku Sekolah Elektronik (BSE), e-Bursa, Bimbingan Belajar Online, mobile edukasi (m-edukasi), dan lain-lain.
Jardiknas mempunya visi sebagai jejaring pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan misinya untuk mengintegrasikan sistem pendidikan nasional ke dalam sistem pembelajaran, administrasi abad 21, dan penyebaran informasi dan kebijakan pendidikan yang berbasis TIK. Adapun tujuan pengembangan Jardiknas adalah: a) untuk melayani e-administrasi di lingkungan kementerian pendidikan nasional dan satuan kerja terkait di dalam (daerah) maupun di luar negeri, b) untuk melayani e-pembelajaran berupa konten-konten pembelajaran untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah maupun pendidikan tinggi termasuk diklat jarak jauh, dan c) untuk menyebarkan informasi dan kebijakan-kebijakan pendidikan.
Pengembangan Jardiknas dimaksudkan antara lain untuk memfasilitasi dan mengoptimalkan aliran data dan informasi serta konten pembelajaran di antara lembaga-lembaga pendidikan. Selain itu, Jardiknas bermanfaat untuk membantu aliran data dan informasi agar lebih optimal, transparan, efektif, dan efisien, serta membantu pimpinan memperoleh data dan informasi terkini sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan. Dengan demikian, Jardiknas merupakan sistem pendukung keputusan Kementerian Pendidikan Nasional.
Perkembangan TIK telah menciptakan peluang untuk berbagai alternatif dalam penyampaian materi pembelajaran. Secara khusus, perkembangan teknologi telekomunikasi mengantarkan kepada perkembangan model pembelajaran berbasis TIK, yang memungkinkan penyampaian materi dan proses pembelajaran tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan demikian, pada zaman sekarang ini, kita dapat menyaksikan pertumbuhan yang pesat dari sejumlah lembaga, baik milik pemerintah maupun swasta yang menawarkan program pendidikan jarak jauh.
Peluang dalam pengembangan pendidikan jarak jauh ke depan akan dipengaruhi oleh adanya perubahan sebagai berikut: 1) adanya perubahan bentuk pembelajaran ke dalam bentuk atau model on-line, komunikasi interaktif antara pengajar dengan peserta didik, mobility access, serta user friendly, 2) bahan belajar yang lengkap dalam bentuk multimedia, dan 3) dapat digabungkan (konvergensi) dengan teknologi aplikasi lainnya.
Seiring dengan perkembangan TIK yang begitu cepat pada akhir-akhir ini, maka sitem pendidikan jarak jauh menjadi semakin mudah dilaksanakan dan hasil pembelajarannya juga menjadi lebih berkualitas. Misalnya dengan menggunakan internet maka peserta didik dapat mempelajari apa saja melalui sumber belajar yang tidak terbatas. Dengan mendayagunakan TIK secara maksimal, peserta didik dapat berhubungan dengan berbagai narasumber atau pakar yang ada di dunia. Peserta didik dapat berkomunikasi lewat e-mail, chatting, telepon, dan lain-lain.
Tidak bisa dipungkiri bahwa model penyelenggaraan pendidikan jarak jauh telah menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengantisipasi faktor-faktor yang membatasi kegiatan pembelajaran seperti faktor keterbatasan waktu, kondisi geografis, kondisi sosial-ekonomi, ataupun karena faktor transportasi yang sedikit banyak menghambat peserta didik untuk datang ke lembaga pendidikan (sekolah atau universitas) setiap hari.
Perkembangan TIK telah mendorong berkembangnya pendidikan jarak jauh yang membebaskan peserta didik untuk dapat belajar tanpa terikat oleh ruang dan waktu dengan sesedikit mungkin bantuan dari orang lain. Keterpisahan jarak inilah dalam pendidikan jarak jauh dikembangkan, dikemas, dan disampaikan melalui berbagai jenis media dengan memanfaatkan TIK agar dapat digunakan peserta didik untuk belajar secara mandiri. Belajar mandiri tidak berarti belajar sendiri, melainkan belajar dengan inisiatif dan tanggung jawab sendiri tanpa harus banyak menerima bantuan dari orang lain.
Belajar mandiri dalam konteks pendidikan jarak jauh berdampak pada pemanfaatan TIK. Dalam hal ini media yang paling sesuai dipilih untuk menyampaikan materi pembelajaran. Media teknologi tersebut dapat berupa media cetak, radio, televisi, komputer, masyarakat awam, orang tua, atau media lain yang dapat digunakan untuk mengemas materi pembelajaran.
Di sisi lain, dalam sistem pendidikan jarak jauh tentu tidak mengandalkan kehadiran pengajar untuk sering bertatap muka dengan peserta didik, karena tidak memungkinkannya peserta didik untuk sering datang ke tempat belajar pada waktu yang ditentukan oleh pengelola pendidikan. Oleh karena itu, kehadiran pengajar harus digantikan oleh kehadiran bahan belajar yang dirancang khusus untuk dapat dipelajari secara mandiri, didiskusikan dengan teman dalam kelompok belajar, dan mungkin dibahas dengan tutor dalam kegiatan tutorial tatap muka. Dengan demikian, proses  pembelajaran dalam pendidikan jarak jauh diselenggarakan secara interaktir melalui korespondensi, radio/ audio, televisi/ video, telepon, program komputer, jaringan komputer, dan/ atau media lain.
Kehadiran media yang berbasis TIK dalam sistem pendidikan jarak jauh berfungsi sebagai sumber belajar utama seperti halnya guru dalam pembelajaran Konvensional (Suparman & Zuhairi, 2004: 185). Pemanfaatan sarana media yang berbasis TIK ini memungkinkan terjadinya interaksi dan komunikasi antara peserta didik dengan pengajar atau bahan belajar, bahkan dengan penyelenggara pendidikan jarak jauh. Dengan demikian, peserta didik dapat belajar di mana saja dan kapan saja selama media belajar dan sarana komunikasi dua arah tersedia sehingga memungkinkan peserta didik dan pengajar dapat berinteraksi untuk membahas materi pembelajaran.

Media-Media Penunjang Pengembangan dan Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh
Wujud dari pendidikan jarak jauh telah banyak berubah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari waktu dahulu ke waktu sekarang, dan menjadi berbeda karena alternatif teknologi yang tersedia semakin beragam. Pengembangan dan pemanfaatan TIK untuk pendidikan jarak jauh ini perlu memperhatikan dan mencermati beberapa aspek atau kriteria, yaitu aksesibilitas, biaya, fungsi pengajaran-pembelajaran (efektivitas fungsi pembelajaran), interaktivitas, pengorganisasian, kebaruan, dan kecepatan revisi (Bates, 1995). Sedangkan dalam pengembangan dan pemanfaatan TIK perlu diperhatikan aksesibilitas, biaya, ketersediaan sarana dan prasarana, aspek sosial budaya, serta masalah jaminan kualitas (Suparman & Zuhari, 2004: 323).
Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, TIK yang dibutuhkan dalam pengembangan dan penyelenggaraan pendidikan jarak jauh antara lain sebagai berikut:
Media Cetak (Modul)
Media cetak digolongkan sebagai teknologi generasi pertama dalam sistem pendidikan jarak jauh. Hampir semua institusi pendidikan jarak jauh di dunia memanfaatkan media cetak sebagai media utama untuk menyampaikan materi pembelajaran. Penggunaan media cetak sebagai sumber belajar tidak hanya dikarenakan biaya pengembangan dan pengadaannya yang terbilang lebih murah dibandingkan dengan media lain. Akan tetapi juga fleksibilitasnya. Fleksibilitas media cetak mencakup fleksibilitas tempat (dapat digunakan di mana saja), waktu (kapan saja), wujud (modul, buku materi pokok, buku kerja, panduan belajar, pamflet, brosur, peta, chart), jenis cetakan (tulisan, gambar, foto, grafik, tabel) serta kemampuan untuk dipadukan dengan media lain. Pada kondisi ini, umumnya media cetak dimanfaatkan sebagai media utama sedangkan media lain berfungsi sebagai media yang menyampaikan penjelasan atau media penunjang.

Siaran Radio
Di Indonesia terdapat banyak stasiun pemancar radio baik yang dimiliki oleh pemerintah pusat dan daerah serta swasta yang dapat dipakai untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh dengan menyiarkan program pendidikan. Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai lembaga penyiaran publik mempunyai daya jangkau siaan secara nasional. Daya jangkau stasiun radio swasta yang pada umumnya menggunakan  gelombang FM pada frekuensi 88-108.
Berbeda dengan mendengarkan siaran radio pada umumnya yang tidak memerlukan strategi khusus, maka untuk siaran radio pembelajaran memerlukan strategi tertentu dalam pemanfaatannya agar mencapai kompetensi atau tujuan program yang diharapkan. Program siaran radio pendidikan sebaiknya dimanfaatkan secara terintegrasi dalam program pembelajaran di kelas. Agar pemanfaatan siaran radio pendidikan dapat terintegrasi dalam program pembelajaran di kelas, instruktur perlu merencanakan pemanfaatan siaran radio pendidikan dalam program rencana pembelajaran yang dibuat sebelum kegiatan pendidikan jarak jauh dimulai, tentunya dengan mengacu pada program siaran radio pendidikan. Jika terjadi kesulitan dalam memadukan antara program siaran radio pendidikan dan jadwal pembelajarandi kelas maka siaran radio pendidikan tetap dapat dimanfaatkan sebagai program pengayaan. Baik pemanfaatan program secara terpadu maupun pengayaan dapat dilakukan dalam pembelajaran pendidikan jarak jauh, baik dalam kegiatan tutorial jarak jauh, belajar kelompok, maupun belajar mandiri.
Langkah-langkah pemanfaatan siaran radio pendidikan dalam kegiatan tutorial, adalah sebagai berikut:
Mengidentifikasi materi dan jadwal siaran radio pendidikan serta peralatan yang dibutuhkan,
Merancang topik-topik yang akan didiskusikan,
Menyusun rancangan kegiatan tutorial sebagai tindak lanjut dari penggunaan media radio dan sebagainya.

Siaran Televisi Pendidikan
Stasiun televisi swasta atau televisi komersial memiliki daya jangkau siaran yang bervariasi, namun hampir setiap kota besar di Indonesia dapat menerima siaran dari televisi swasta. Akan tetapi pada kenyataannya televisi belum memberikan peranan yang besar dalam pendidikan jarak jauh di Indonesia. Siaran pendidikan melalui televisi memiliki konsekuaensi pembiayaan yang besar. Kendala lain bagi pemanfaatan siaran televisi adalah kenyataan bahwa media ini bersifat sekali tayang. Selain itu, media siaran televisi ini merupakan media satu arah sehingga tidak ada interaktivitasnya.
Kementerian Pendidikan Nasional bekerja sama dengan Media Nusantara Citra (MNC Group) meresmikan peluncuran televisi pendidikan pada tanggal 2 Mei 2010, bertepatan dengan peringatan hari pendidikan nasional. Program televisi berbasis pendidikan yang bernama Televisi Citra Indonesia Terampil ini lahir sebagai akibat dari kondisi geografis, sosial, ekonomi, dan budaya yang berbeda-beda di Indonesia sehingga ada beberapa daerah yang tidak terjangkau akses pendidikan. Oleh karena itu, dengan kehadiran televisi ini, diharapkan dapat mengatasi persoalan layanan pendidikan di daerah pelosok tanah air.
Permasalahan pendidikan di daerah pelosok merupakan masalah yang tidak pernah selesai. Keterbatasan dana dan infrastruktur membuat pendidikan di daerah pelosok menjadi terpinggirkan. Dengan kehadiran siaran televisi ini, diharapkan daerah-daerah terpencil akan memperoleh layanan pendidikan untuk mengejar ketertinggalannya.

Komputer dan Jaringan Internet
Pembelajaran berbasis komputer dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu komputer mandiri (standalone) dan komputer dalam jaringan. Perbedaan yang utama antara keduanya terletak pada aspek interaktivitas. Dalam pembelajaran melaui komputer mandiri, interaktivitas peserta didik terbatas pada interaksi dengan bahan belajar yang ada dalam program pembelajaran.
Dalam membuat suatu jaringan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh diperlukan beberapa peralatan, antara lain: 1) komputer server, 2) komputer klien, 3) NIC (Network Interface Card), 4) Wireless LAN (jika diperlukan), 5) HUB, Switch, Router, 6) Switch wireless (jika diperlukan), 7) kabel UTP, 8) konektor RJ 4.
Pada pembelajaran dengan komputer dalam jaringan, interaktivitas peserta didik menjadi lebih banyak alternatifnya. Pada pembelajaran dengan komputer dalam jaringan dikenal dua jenis fungsi komputer, yaitu komputer server dan komputer klien. Interaksi antara peserta didik dan tenaga pengajar dilakukan melalui kedua jenis komputer tersebut.
Institusi penyelenggara pendidikan jarak jauh menyediakan komputer server untuk melayani interaksi melalui website server, e-mail server, mailinglist server, chat server. Sedangkan peserta didik dan tenaga pengajar memakai komputer klien yang dilengkapi dengan browser, e-mail client, dan chat client. Browser adalah program komputer yang berfungsi untuk membaca isi website. Sekarang ini, browser sudah banyak yang dilengkapi dengan e-mail client.
Selain berinteraksi dengan program pembelajaran, peserta didik dapat berinteraksi dengan narasumber dan peserta didik lain yang dapat dihubungi melalui jaringan dengan memanfaatkan e-mail atau mailinglist. Peserta didik juga dapat mengakses pgrasisrogram pembelajaran yang relevan dari sumber lain dengan mengakses website yang menawarkan program pembelajaran.
Kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh perkembangan TIK juga mendorong perkembangan pendidikan jarak jauh. Kita juga sudah mulai mengenal istilah belajar maya, belajar sambil bergerak, belajar elektronik (e-learning), teledukasi, virtual classroom, virtual campus, dan lain-lain. Dalam pendidikan jarak jauh, belajar elektronik (e-learning) dapat dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta didik, dalam hal ini untuk mendukung pembelajaran berbasis jaringan, tutorial online, kuliah online, dan akses peserta didik terhadap nilai ujian secara online yang lebih baik (Belawati, 2003).
Saat ini, pendidikan jarak jauh dapat disajikan dalam dua cara yaitu synchronous mode di mana peserta didik menggunakan TIK untuk berkomunikasi pada waktu yang bersamaan dan asynchronous mode di mana para peserta didik dapat belajar atau berkomunikasi secara mandiri pada waktu yang berbeda kapan saja mereka online (anytime – anywhere learning). Dalam kenyataannya, pertemuan tatap muka atau interaksi masih diperlukan untuk menunjang belajar mandiri agar menjadi lebih efektif. TIK memfasilitasi  interaksi tingkat tinggi antara peserta didik, tenaga pengajar, dan materi pembelajaran berbasis komputer. Komunikasi dapat dinamis dan bervariasi sesuai keinginan peserta didik dan tenaga pengajar, sehingga dapat berupa e-mail, mailing list, chat, bulletin board, dan konferensi komputer.
Menurut Bates (1995) dan Wulf (1996) terdapat beberapa keuntungan atau manfaat kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan internet, yaitu sebagai berikut:
Meningkatkan Interaktivitas dalam Kegiatan Pembelajaran
Dalam kegiatan pembelajaran melalui internet, peserta didik yang terpisah satu sama lain dan terpisah dari tenaga pengajar merasa lebih leluasa atau bebas untuk mengungkapkan pendapat atau mengajukan pertanyaan karena tidak ada peserta didik lain yang secara fisik mengamati dirinya. Dengan demikian peserta didik yang pemalu atau lamban tidak lagi merasa khawatir akan dicemooh ataupun dikritik.
Melalui pembelajaran online, setiap peserta didik merasakan adanya kebebasan untuk mengajukan pertanyaan atau menyampaikan pendapat/ pemikiran tanpa diiringi oleh perasaan waswas akan diserang atau dipermalukan di hadapan banyak orang sambil disaksikan oleh guru/ instrukturnya. Iklim pembelajaran dan perasaan peserta didik yang kondusif seperti ini akan dapat mendorong untuk meningkatkan kadar interaktivitas mereka dalam kegiatan pembelajaran.
Memungkinkan Kegiatan Pembelajaran Lebih Fleksibel
Sumber belajar dalam pendidikan jarak jauh sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet, maka peserta didik dapat mempelajari sumber belajar ini kapan saja sesuai dengan ketersediaan waktunya dan dari manapun berada. Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan pembelajaran, yang dapat diserahkan kepada guru/ instruktur begitu selesai dikerjakan melalui e-mail tanpa hrus menunggu waktu luang pengajarnya. Melalui teknologi internet, semua hal tersebut dapat diatasi.
Peserta didik tidak harus terikat ketat dengan waktu dan tempat penyelenggaraan kegiatan pembelajaran seperti pada kegiatan pembelajaran konvesional.
Dapat Melayani Peserta Didik dalam Jumlah Banyak dan Tersebar Luas
Dengan fleksibilitas waktu dan tempat belajar, pembelajaran melalui internet dapat melayani jumlah peserta didik dalam jumlah banyak atau terbuka secara luas. Ruang, tempat, dan waktu tidak lagi menjadi hambatan. Siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, peserta didik dapat belajar melalui sumber belajar yang telah dikemas secara elektronik dan siap diakses melalui internet. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuannya.
Mempermudah Penyempurnaan dan Penyimpanan Materi Pembelajaran
Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai software yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar online. Penyempurnaan dan pemutakhiran bahan belajar online dapat dilakukan secara periodik dengan lebih udah sesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuan. Di samping itu, pemutakhiran penyajian materi pembelajaran dapat dilakukan, baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas hasil penilaian guru/ instruktur sebagai penanggung jawab materi pembelajaran.

Telepon Seluler (Ponsel)
Mobile learning merupakan model pembelajaran yang memanfaatkan TIK. Istilah m-learning atau mobile learning merujuk pada penggunaan perangkat genggam seperti PDA, ponsel, laptop dan perangkat teknologi informasi yang akan banyak digunakan dalam kegiatan pembelajaran, dalam hal ini difokuskan pada perangkat telepon seluler (ponsel). Dengan kata lain, mobile learning adalah sebuah model pembelajaran yang mengadopsi perkembangan teknologi seluler dan perangkat telepon seluler, di mana teknologi ini dapat dimanfaatkan sebagai semua media pembelajaran jarak jauh.

Manfaat Penerapan TIK dalam Pendidikan Jarak Jauh
Dukungan atau manfaat TIK pada penyelenggaraan pendidikan jarak jauh diantaranya adalah:
Untuk meningkatkan kecepatan layanan informasi yang integral, interaktif, lengkap, akurat, dan mudah didapat,
Untuk  memberikan pelayanan data dan informasi pendidikan secara terpadu,
Untuk menciptakan budaya transparan dan akuntabel
Merupakan media promosi pendidikan yang handal,
Meningkatkan komunikasi dan interaksi, baik secara lokal maupun internasional,
Mengakses berbagai bahan belajar dari seluruh dunia, dan
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari berbagai kegiatan pembelajaran.
Pemanfaatan TIK menyebabkan tumbuh dan berkembangnya distance learning dan virtual university. Virtual university memiliki karakteristik yang terjangkau dalam skala besar, atau dengan kata lain dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya  dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah pesertanya mungkin hanya dapat diisi oleh 50 orang. Berbeda dengan virtual university yang dapat diakses oleh siapa saja, dari mana saja, dan kapan saja.
Menurut Wedemeyer (1979) pemanfaatan TIK dalam sistem pendidikan jarak jauh bertujuan untuk:
Membebaskan peserta didik dari pola pembelajaran reguler,
Membuka kesempatan belajar sesuai kemampuan, dan
Membangun suatu pola pembelajaran yang membimbing peserta didik untuk melaksanakan self directing learning.
Adapun potensi TIK untuk pendidikan jarak jauh antara lain adalah:
Perluasan kesempatan untuk belajar,
Penyajian materi pembelajaran lebih berkualitas,
Memperluas cakrawala,
Memperpendek jarak dan waktu,
Merangsang proses berpikir tingkat tinggi,
Memanfaatkan aneka sumber belaajr
Tumbuhnya profesi baru,
Meluasnya partisipasi masyarakat, dan lain-lain.
Akhirnya, pemanfaatan TIK untuk pendidikan di masa yang akan datang secara umum akan memberikan dampak terhadap beberapa kecenderungan pendidikan seperti berikut ini:
Pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh akan menjamah pendidikan yang berada di luar jangkauan pendidikan tatap muka konvesional yang bersifat klasik.
Lembaga pendidikan yang mempunyai satu kepentingan untuk memanfaatkan sumber-sumber secara bersama akan berkolaborasi dalam suatu jaringan pendidikan jarak jauh.
Pendidikan profesi dan politeknik secara bertahap akan memanfaatkan kemampuan jaringan e-mail dan e-library untuk akses data atau informasi yang bersangkutan.
Daerah-daerah pelosok yang jauh dan terpencil secara bertahap melalui kantong-kantong eksperimentasi akan diperkenalkan dengan penggunaan teknologi yang tepat guna dalam semangat kebersamaan antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat sehingga pendidikan dapat diakses dan terjangkau.
Penggunaan CD-ROM multimedia dalam pendidikan secara bertahap akan dapat menggantikan televisi dan video karena sifatnya yang luwes, interaktif, dan tahan rusak (Miarso, 2004: 670-671).














BAB III
KESIMPULAN

Tidak bisa dipungkiri bahwa Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) memegang peranan yang sangat penting dalam penyelanggaraan pendidikan jarak jauh. Saking pentingnya, TIK disebut sebagai komponen vital dalam pendidikan jarak jauh. Hal ini menyiratkan makna bahwa tanpa adanya akses terhadap teknologi, informasi, dan komunikasi maka pendidikan jarak jauh tidak akan dapat terlaksana.
Perkembangan TIK telah menciptakan peluang untuk berbagai alternatif dalam penyampaian materi pembelajaran. Secara khusus, perkembangan teknologi telekomunikasi mengantarkan kepada perkembangan model pembelajaran berbasis TIK, yang memungkinkan penyampaian materi dan proses pembelajaran tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan demikian, pada zaman sekarang ini, kita dapat menyaksikan pertumbuhan yang pesat dari sejumlah lembaga, baik milik pemerintah maupun swasta yang menawarkan program pendidikan jarak jauh.
Media-media penunjang dalam upaya pengembangan dan penyelenggaraan pendidikan jarak jauh dapat berupa media cetak (modul), siaran radio, siaran televisi pendidikan, komputer dan jaringan internet, serta telepon seluler. Media –media tersebut memiliki kontribusi dalam menyediakan konten pembelajaran atau sumber belajar serta menghadirkan interaksi antara pengajar dengan peserta didik atau peserta didik dengan peserta didik lainnya.
Secara garis besar, penerapan TIK dalam pendidikan jarak jauh memiliki manfaat untuk membebaskan peserta didik dari pola pembelajaran reguler, dalam artian terbatas oleh ruang dan waktu, serta membantu peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara mandiri.
DAFTAR PUSTAKA

Belawati, Tian, dkk. (ed). (1999). Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, Jakarta: Universitas Terbuka. 
Miarso, Yusufhadi. (2004). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Pranada Media.
Suparman, M. Atwi & Zuhairi, Aminudin. (2004). Pendidikan Jarak Jauh Teori dan Praktek. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka
Warsita, Bambang. (2011). Pendidikan Jarak Jauh – Perancangan, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi Diklat. Bandung : Remaja Rosdakarya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku Sintaksis: Memahami Satuan Kalimat Perspektif Fungsi

A.     Identitas Buku 1. Judul buku   : Sintaksis: Memahami Satuan Kalimat Perspektif Fungsi. 2. Pengarang    : Miftahul Khairah dan Sakura Ridwan. 3. Penerbit        : Bumi Aksara 4. Tahun terbit : 2014 5. Kota                         : Jakarta 6. Tebal buku   :237 halaman B.      Resensi Buku             Secara keseluruhan, buku ini membahas menganai ilmu bahasa, sintaksis untuk dapat memahami kalimat melalui perspektif fungsi. Ilmu bahasa mengalami perkembangan terus-menerus sesuai dengan perkembangan fenomena berbahasa masyarakat. Perkembangan ini membawa konsekuensi bagi perubahan paradigm dalam memandang hakikat bahasa. Teorisasi ilmu bahasa dapat dipetakan menjadi dua mazhab besar, yakni orientasi formalism...

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Disadari atau tidak, ada banyak perubahan pesat yang terjadi di sekitar kita akhir-akhir ini. Dalam dunia anak misalnya. Pada tahun 90 an, banyak anak yang menghabiskan waktunya untuk bermain bersama dengan teman-temannya bersama di sore hari. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pada era millennia, banyak anak yang lebih suka berdiam diri saja di rumah dan bermain menggunakan gadget mereka. Permainan menggunakan gadget terasa lebih menarik dan menyenangkan daripada menghabiskan waktu bermain dan berinteraksi dengan sesama. Sehingga interaksi yang diperoleh oleh anak bukan lagi menjadi dua arah namun menjadi satu arah saja. Bukan hanya melanda anak-anak. Jika kita berjalan ke pusat perbelanjaan atau restaurant, kita akan banyak melihat orang yang menunduk dan asik dengan gadget mereka. Tak hanya itu saja, jika ditinjau lebih jauh, sudah banyak toko yang gulung tikar dan beralih memanfaatkan teknologi, berjualan online. Rupanya k...